Pamali secara Logika

PAMALI ? ANEH ? TAPI KOK MASIH DILAKUKAN?


Dulu waktu kecil,, saya paling suka mainan payung di rumah,, tetapi, saya mainnya di luar rumah waktu hujan turun. Nah, pas musim kemarau, saya bingung mainan hujan dimana? Kan gak ada hujan, akhirnya saya mainan payung di dalam rumah, ketika ibu saya datang, saya langsung di marahin gara-gara mainan payung di dalam rumah, dan ibu bilang “ itu pamali nak..! kalo mainan payung di dalam rumah, nanti ada yang meninggal.... “ dari situ saya bingung juga, “apa urusannya payung dirumah sama orang meninggal?”

Pamali, seperti yang udah kita tahu, adalah larangan atau pantangan yang nggak boleh dilakukan dan kalo dilakukan bisa jadi membawa dampak buruk. Entahlah itu bener atau nggak, pokoknya pamali itu emang udah diwariskan turun-temurun dari generasi jaman dulu sampe sekarang. Nggak hanya di berbagai suku dan daerah di Indonesia aja, di luar negeri pun pamali juga ada. Kalo dalam bahasa Inggrisnya sih sering disebut superstition (takhayul).
Kalo dilihat di Indonesia sendiri, udah banyak pamali yang diketahui secara umum, misalnya pamali gunting kuku malam-malam karena nanti bisa bikin umur pendek. Atau anak gadis nggak boleh duduk di depan pintu karena nanti susah dapet jodoh. Pamali kalo nyapu di malam hari karena bakal sulit dapet rezeki. Atau yang biasanya masih sering dilakukan adalah pamali-pamali buat ibu hamil, dari yang nggak boleh terlalu benci atau jelek-jelekin orang, nggak boleh bunuh binatang, sampai pamali beli kebutuhan bayi kalo kandungan belum 7 bulan.
Masih banyak orang yang percaya sama yang namanya pamali. Apalagi bagi mereka yang tinggal di daerah dengan suku tertentu, dan hidup dengan banyak orang yang hidup di jaman dulu,  pamali bahkan lebih “ditakuti” daripada hukum tertulis yang berlaku. Dan tidak menutup kemungkinan kalo akhirnya ada pamali yang dijadikan hukum adat setempat.Tapi di sisi lain ada juga yang nggak percaya sama sekali karena pamali dianggap nggak masuk logika. Apalagi di jaman yang serba modern ini, orang berpendidikan semakin banyak dan rasanya itu semua cuma akal-akalannya orang jaman dulu dengan “nakut-nakutin” supaya nasihat orang tua didengar anaknya.
Selain pamali, ada juga feng shui yang biasanya dijadikan sebagian orang sebagai “pedoman” dalam kehidupan. Ilmu feng shui dari china ini, diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, baik itu dalam urusan rumah, penataan interior, pekerjaan, bisnis, jodoh, dan lainnya.  Contoh yang biasanya sering ditakutkan orang adalah membeli rumah tusuk sate. Ada anggapan dalam feng shui kalo beli rumah dengan lokasi tusuk sate (ujung blok) akan membawa sial atau ketidakberuntungan pada pemiliknya.
Memang kalo dilihat secara logika, pamali ataupun ilmu feng shui nggak memiliki pembuktian yang pasti mengenai kebenarannya. Tapi terlepas dari itu semua, dibalik larangan dan pantangan yang ada, semua itu sebenarnya bertujuan baik dan punya pesan moral. Apa yang dilarang sebenarnya bertujuan agar sikap dan perilaku kita menjadi lebih baik yang akhirnya juga membawa kebaikan pada kita nih .
Kalo dipikir secara logika, ngapain juga lama-lama duduk di depan pintu, adanya juga ganggu orang yang mau lewat atau malah bisa masuk angin karena banyaknya angin di depan pintu. Lalu kalo beli berbagai keperluan bayi sebelum usia kandungan 7 bulan, maksudnya usia awal kandungan masih rentan untuk gugur. Daripada mubazir, mending belinya di usia kandungan 7 bulan ke atas karena usia kandungan udah kuat.
Kemudian rumah dengan lokasi tusuk sate kenapa sering dipercaya membawa dampak buruk soalnya secara logika lebih mudah tertabrak mobil yang sedang melaju kencang atau bisa mempengaruhi kesehatan si penghuni rumah akibat banyaknya angin dan debu yang masuk ke rumah karena nggak ada bangunan yang menghalangi. Tapi itu semua bisa disiasati, misalnya dengan menanam tanaman di depan rumah untuk menyaring udara dan juga melindungi rumah dari mobil yang “mencoba” menerobos.
Bagi saya sendiri, mau ngikutin pamali atau feng shui, selama itu bertujuan baik, memiliki pesan moral, dan masih masuk logika untuk dilakukan kenapa nggak. Toh, pamali itu juga dibuat untuk mengatur hidup manusia agar damai dan tentram, ya kan? Mungkin beberapa yang baik akan saya ikuti.

Kalo kalian masih suka percaya sama pamali nggak?

-Sajida- 
(The Amateur writer)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan yang tidak perlu diperdebatkan